Full width home advertisement

Kabar Partai

Dokumentasi Video

Post Page Advertisement [Top]

 
BOGOR - Komisi V DPRD Jabar Asep Wahyu Wijaya sepekat dengan pernataan  Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan yang mengaku Pemkab Bogor sanggup biaya pembangunan RSUD Bandun Utara jika pengajuan ke Pemprov di 2023 tidak disetujui. 

"Cocok, saya sangat sependapat dan saya pun mengetahui bahwa membangun RSUD Bogor Utara itu merupakan turunan teknis dari visi misi pasangan Ade Yasin dan Iwan Setiawan, sehingga memang selayaknya dipertahankan, hanya saran saya kalau pembangunan RSUD Bogor Utara itu ditarik ke visi misi maka sesungguhnya komitmen besar atas visi miis itu pun harus diturunkan pada level komitmen dari sisi politik anggarannya," kata Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Jumat, 3 Juni 2022.

Apa maksudnya? Asep Wahyuwijaya menerangkan bahwa dengan berada di visi misi Bupati-Wakil Bupati Bogor harusnya tergambar secara terang benderang dalam postur APBD Kabupaten Bogor.

"Jadi, prioritas anggaran untuk visi misi Bupati dan Wakil Bupati itu secara politik harusnya tertuang dalam APBD-nya sendiri. Jangan sampai, APBD sendiri justru malah digunakan untuk kegiatan yang di luar visi misinya," terang Asep Wahyuwijaya.

Politisi Partai Demokrat itu menuturkan bahwa selama ini ia agak bingung dengan proyek pembangunan RSUD Bogor Utara, yang kabarnya termasuk program prioritas Pemkab Bogor.

"Yang saya ketahui, membangun RSUD Bogor Utara itu merupakan salah satu janji kampanye dan bagian dari visi misi Ade Yasin dan Iwan Setiawan, tetapi pembangunan tahap satu saja atau Gedung A, anggarannya malah minta ke Pemprov Jawa Barat. Lalu setelah diberikan bantuan yang maksimal dengan tanpa sedikit pun dikurangi di lapangan, pembangunannya pun seperti terbengkalai dan terkesan kurang diawasi sehingga jadi molor pekerjaannya kan?," tuturnya.

Asep Wahyuwijaya memaparkan keheranannya bertambah karena 'di lapangan' terjadi pengurangan rencana anggaran biaya (RAB), dibawah bantuan yang sudah diberikan.

"Sudah RAB Gedung A RSUD dikurangi, eh sekarang malah minta bantuan keuangan (Bankeu) lagi dengan angka yang dua kali lipat besarnya dibandingkan permohonan bantuan tahun anggaran sebelumnya. Pada substansi itulah sebenarnya, saya merasa jika Pemkab Bogor tak menganggap serius pembangunan RSUD Bogor Utara ini dan kalau tidak serius, bisa saja dialihkan ke Pemprov Jawa Barat," papar Asep Wahyuwijaya.

Jadi, pria asli Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor itu menegaskan, jika memang membangun RSUD Bogor Utara mau dilanjutkan dengan dalih visi misinya, maka gunakanlah dulu APBD Kabupaten Bogor.

 

"Permohonan Bankeu ke Pemprov Jawa Barat harus menjadi jadika opsi kedua dan bukan yang pertama, mudah-mudahan kedepan dapat Bankeu lagi, berapa pun anggaran yang diterima disyukuri, tapi jangan seperti kemarin, sudah diperjuangkan maksimal, malah dikurangi sendiri dan terus malah molor pula pembangunannya," tegasnya. 

 

Sumber: Inilah Koran

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]