Jejak Perjalanan, Keinginan dan Harapan Sang Aktivis Asep Wahyuwijaya yang Kini Jadi Calon Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jabar V Kabupaten Bogor

0

BOGOR - Calon Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jabar V (Kabupaten Bogor), Asep Wahyuwijaya bukan politisi karbitan.


Asep Wahyuwijaya lahir di Kabupaten Bogor yang kini genap berusia 51 tahun tersebut dikenal berbagai lapisan masyarakat dan telah malang melintang sebagai aktivis sejak zaman mahasiswa di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.


Asep Wahyuwijaya memulai dunia aktivis sejak tahun pertama menjadi mahasiswa dengan menjadi kader dan pengurus di HMI Cabang Bandung, Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unpad serta Pengurus Harian Senat Mahasiswa Unpad.


Ya, Asep Wahyuwijaya memang aktivis jempolan sebab pernah menjadi menjadi Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Hukum se-Indonesia (ISMAHI) dan aktif di dunia pergerakan mahasiswa regional maupun nasional hingga tahun 1998.


Masa 6 tahun Asep Wahyuwijaya berkuliah, selama itu pula, pria yang akrab dipanggil Kang AW ini menjadi aktivis mahasiswa.


Hingga pada akhir tahun 1990-an dengan berbekal ijazah dan gelar sarjana hukum, pria yang pernah nyantri di Ponpes Al-Aulia, Kecamatan Cibungbulang, kabupaten Bogor ini hijrah ke Jakarta dan mulai meniti karir menjadi seorang advokat di Ibu Kota.

Asep Wahyuwijaya (tengah) saat melakukan pengawasan pembangunan RSUD Bogor Utara di Parung

Setelah lebih dari satu dekade jatuh bangun menjadi profesional dan mendirikan beberapa perusahaan selain kantor advokatnya yang mandiri, pada akhir tahun 2012 mulai masuk menjadi anggota Parpol.


Tahun 2014 merupakan pemilihan legislatif pertama yang diikutinya. Berkat jerih payahnya sebagai politisi, hasil akhirnya pun sangat memuaskan kendati anggota DPRD Provinsi Jawa Barat namun raihan suara pribadi Asep Wahyuwijaya jauh melampaui anggota DPR RI yang saat itu terpilih dari partainya.


Tahun 2019 menjadi ajang kontestasi pileg kedua yang diikutinya. Berbekal hasil kerja politiknya pada periode pertama di DPRD Provinsi Jawa Barat, alumni HMI yang menjabat salah satu staf Ketua MN Kahmi dan dua periode terpilih sebagai Presidium Kahmi Wilayah Jawa Barat ini jauh lebih santai dalam melewati proses pilegnya.

Asep Wahyuwijaya saat melakukan peletakan bata pembangunan Gedung Sekretariat IGTKA Kabupaten Bogor

Meskipun demikian, hasil akhirnya pun semakin memuaskan karena mampu memperoleh suara pribadi yang bertambah hampir 50 persen persen dibanding raihan suara pribadinya pada saat pileg 2014 dan lagi-lagi tak tersusul oleh anggota DPR RI terpilih dari partainya yang sama.


Politisi Bukan Profesi Instan


Ayah dari 2 orang anak ini, menyadari kemampuan berpolitiknya ditempa cukup lama.


"Saya belajar tentang pengetahuan politik, tata krama dan etikanya, belajar tentang prinsip-prinsip demokrasi dan prakteknya itu dari buku, diskusi, organisasi dan pergerakan saat mahasiswa," ujar Asep Wahyuwijaya yang akrab dipanggil Kang AW ini.


Berpolitik baginya sama saja dengan menjadi aktivis yang kiprahnya harus bisa membawa manfaat dan kebaikan bagi manusia lainnya.

Asep Wahyuwijaya (kiri) saat pengawasan revitalisasi Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor

Aktivis yang mengatasnamakan rakyat bisa saja hanya sebatas klaim, tapi bagi seorang politisi di parlemen yang secara langsung dipilih oleh rakyat justru memiliki legitimasi yang amat kuat jika mengatasnamakan rakyat dan karenanya harus menjadikan mandat rakyat tersebut dipergunakan secara paripurna.


"Jadi, idealnya menjadi politisi itu mestinya memang tidak bisa instan," tutur Asep Wahyuwijaya.


Rekam jejak mulai dari perjalanan masa lalunya dalam dunia aktivisme, pikiran-pikirannya, pergaulan dan kiprahnya dalam urusan sosial kemasyarakatan pun harus teruji.


Kerja politisi itu kan berkhidmat untuk melayani rakyat.


"Jangan mentang-mentang banyak uang atau bahkan karena merasa dirinya selebritis lalu tiba-tiba merasa layak menjadi politisi, tak sesederhana itu jika ingin menjadi politisi yang sesungguhnya," tegas Asep Wahyuwijaya.


Cita-cita dan Harapan


Lalu apa cita-cita dan harapan Asep Wahyuwijaya?


"Berkontribusi lebih maksimal untuk dunia pendidikan, kaum muda dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Bogor," ungkap alumni SMP Negeri Cibungbulang ini saat ditanya alasannya mencalonkan diri ke DPR RI.


Selain itu, sambung Asep Wahyuwijaya, memberikan perhatian terhadap urusan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan berbagai pelatihan di Kabupaten Bogor merupakan ijtihad politik yang sementara ini akan coba diikhtiarkan semaksimal mungkin jika dirinya terpilih menjadi anggota DPR RI.


"Jejak kerja politik saya untuk terus membangunkan ratusan ruang-ruang kelas baru pada semua tingkatan sekolah dan kobong di Pesantren akan dilanjutkan oleh Kang Dondy Dwiguntia, caleg Partai NasDem ke DPRD Provinsi Jawa Barat, jika ia pun terpilih," tutur pengurus ICMI mulai dari Orsat Cibungbulang, Orda Bogor Barat, Orwil Jawa Barat hingga di MPP tersebut.


Asep Wahyuwijaya berharap, peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan, mencarikan mobil ambulans untuk para kyai dan guru.

Asep Wahyuwijaya meresmikan madrasah yang rubuh dan berhasil kembali dibangun kembali.

Tidak hanya itu, kata Asep Wahyuwijaya, memfasilitasi berbagai pelatihan untuk para anak muda dan para pelaku usaha mikro agar bisa lebih mandiri merupakan target yang mudah-mudahan bisa direalisasikan.


Terus Berikhtiar dan Berserah


"InsyaAllah, kalau merujuk pada survey INDIKATOR bulan lalu, saya optimis lolos, karena dalam survei tersebut terpotret kecenderungan raihan suara pribadi saya yang cukup signifikan," jawab Asep Wahyuwijaya saat ia ditanya apakah bisa lolos ke DPR RI.


Jaringan relawan yang tergabung dalam BALAWA (Barisan Relawan Asep Wahyuwijaya) sekarang sudah tersebar di 40 kecamatan Kabupaten Bogor.


"Ribuan relawan dan simpatisannya insyaAllah akan bergerak mewujudkan ikhtiar dalam basis spirit nilai perjuangan membangun tanah kelahiran," katanya.


Asep Wahyuwijaya menegaskan, tidak mau terjebak dalam sindrom primadona, merasa tokoh dan besar dengan banyak relawan dan simpatisan, lalu menjadikannya terlena.


Asep Wahyuwijaya menegaskan, dirinya tak pernah mau untuk berpikir seperti itu sebab selalu berusaha untuk menihilkan apapun yang telah dilakukan dan dibangun selama ini.


Menurut Asep Wahyuwijaya, dirinya hanya ingin terus berikhtiar saja sesuai dengan kelazimannya, bergerak dan terus bersilaturrahim dengan semua kalangan sesuai dengan jadwal yang ada.


"Selebihnya saya menyerahkan semuanya kepada kehendak terbaik dari Gusti Allah SWT saja," pungkas Asep Wahyuwijaya.


Sumber: RGB

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*