DOB Bogor Barat Masih Terganjal Moratorium


BOGOR - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa, Barat Asep Wahyuwijaya terkait calon daerah otonomi baru atau CDOB yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat di Jasinga beberapa waktu dengan menyerahkan berkas CODB di Jawa Barat ke Kementerian Dalam Negeri, belum tentu langsung terealisai, apalagi selang beberapa hari berkas itu diserahkan Kemendagri mengatakan CDOB Bogor Barat masih moratorium.

Asep Wahyuwijaya menyampaikan secara penuh, CDOB bukan sepenuhnya berada di ranah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar hanya meneruskan pada principal yang principalnya adalah presidium. Kemudian kabupaten induk yakni Kabupaten Bogor datang ke kita, diverifikasi tidak ada masalah kita ketuk palu semuanya sepakat.

“Tetapi kan bisa diliat sendiri kondisi keuangan terkait dengan kemungkinan CDOB karena saya sudah menduga sejak awal jawaban Kemendagri akan seperti itu makanya saya selalu katakan bahwa jangan dulu terus lari dan ngotot di situ, bentengnya masih sangat tinggi dan tebal, apalagi pandemi hingga saat ini belum berakhir,”tegas Asep Wahyuwijaya, kepada wartawan, Sabtu (26/12/20).

Kang Aw sapaan lebih lanjut mengatakan, sebelum terwujudnya DOB lebih baik saat ini Kabupaten Bogor fokus pada pemekaran ditingkat desa sehingga ada inovasi anggaran yang memungkin ada anggaran dari pusat bertambah ke desa-desa.

“Bagi saya sekarang memang terkesan Ridwan Kamil ada pencitraan soal DOB ini datang ke Jasinga menyampaikan kita setuju itu given DOB diam aja bakal terjadi jangan terlalu berharap besar dan saya tau persis pusat merasa riskan soal ini. Karena bukan hanya Kabupaten induk ada 314 CDOB Provisi dan Kabupaten Bogor dan biaya rata-rata kita hitung 500 milyar dikalikan saja 500 Trillun pusat harus mengeluarkan uang untuk DOB,”kata Kang Asep.

Jadi katanya, jangan hanya fokus pada CDOB Bogor Barat, di Indonesia ini ada beberapa Daerah juga yang akan dimekarkan.

“Jangan Bogor Barat Saja di indonesia Ini akan ada berapa yang dimekarkan.”pungkasnya.

Sumber: Ceklis Satu (26/12/2020)

0 Komentar