Legislator Demokrat Jabar Desak Kadis PUPR Kab. Bogor Mundur


BOGOR 
– Banyaknya keluhan ja­lan rusak dan paket proyek yang gagal lelang membuat anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya angkat bicara. Ia pun me­nyarankan para kepala dinas yang tidak mam­pu bekerja segera mundur alias ’melehoy’ dari jabatannya dan memberikan kesempatan kepada PNS lainnya.
”Kalau tidak punya program kerja, tidak mampu bekerja dengan baik dan memenuhi target yang telah dibebankan, ya silakan mun­dur daripada ’melehoy’. Saya yakin masih banyak PNS di Kabupaten Bogor yang bisa bekerja dengan baik,” ujar anggota Bagian Ang­garan (Banggar) DPRD Pro­vinsi Jawa Barat itu.
Pria yang akrab disapa AW ini mengkritisi dinas terkait yang tidak bisa bekerja secara maksimal bukan berarti tidak suka. Hal itu didasari kepedu­lian dalam membangun wi­layah Kabupaten Bogor ke arah yang lebih baik. Sebab, selama ini anggaran provinsi hanya mampu memenuhi sembilan persen kebutuhan di Jawa Ba­rat. Betapa susahnya anggaran itu turun ke Kabupaten Bogor karena satu banding sepuluh. “Kita sudah susah payah mendapatkan banprov untuk Kabupaten Bogor. Ketika sudah ada malah disia-siakan,” kesal­nya.
Ke depan, dia meminta ke­pala dinas dan jajarannya tetap bekerja profesional terkait integritas serta kinerja sebuah pemerintahan yang baik dengan sistem administrasi sesuai tu­poksi PNS sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat ber­jalan maksimal.
“Jika masih ada kadis yang ’melehoy’ lebih baik diganti saja. Untuk PNS yang bekerja dengan baik diberikan reward karena sudah sepantasnya mendapatkan penghargaan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Yani Hasan mengatakan, intinya PUPR bertanggung jawab atas gagal­nya lelang beberapa ruas jalan di Kabupaten Bogor yang da­nanya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp94,4 miliar dengan dilelang ulang awal tahun.
“Kita terus mengevaluasi agar tak terjadi lagi gagal le­lang. Yang pasti proyek yang gagal diajukan lagi,” tukasnya. (metropolitan)

0 Komentar