Asep Wahyuwijaya: Saya Prihatin Gagal Lelang Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Bogor


BOGOR
- Akibat gagalnya lelang proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor membuat publik Kabupaten Bogor angkat bicara, karena pembangunan infrastruktur ini yang sudah lama di tunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Bogor mengingat kondisi jalan yang ada di Kabupaten Bogor dalam keadaan rusak
Atas permasalahan ini, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Demokrat, Asep Wahyuwijaya pun angkat bicara. Sekretaris Komisi 2 DPRD Provinsi Jawa Barat ini sangat prihatin dan sangat menyesalkan terjadinya gagal lelang untuk pembangunan infrastruktur Kabupaten Bogor.

"Saya paham bahwa pekerjaan ini domainnya memang di Pemkab tapi hal tersebut tidak bisa menjadi alasan buat saya sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Bogor untuk diam dan tak memberikan atensi apapun,"katanya.

Dikatakan politisi Partai Demokrat ini, ada beberapa hal yang layak dicatat oleh publik terkait gagal lelang ini.

"Pertama, reformasi birokrasi di Pemkab Bogor menjadi penting dan niscaya. Mengapa? Karena, mereka lalai dan ceroboh dalam melakukan penjadwalan agenda lelang untuk urusan pekerjaan yang strategis ini,"jelasnya.

Ditegaskannya, alasan Sekda Kabupaten Bogor bahwa tenggat waktu pelaporan ke pusatnya terlewati dan tak mampu dipenuhi sehingga lelangnya digagalkan seolah membuka borok sendiri.

"Apa itu? Pemkab Bogor secara diam-diam bahkan terang benderang mengakui bahwa dirinya memang lamban kinerjanya. Kalau bicara soal waktu, saya bertanya: mengapa pekerjaan pembangunan jalan di Pasir Ipis ke Garehong yang dananya bersumber dari bantuan keuangan Pemprov Jabar mereka bisa realisasikan? Aneh kan,"tanyanya heran.

Kedua, lanjutnya, terkait dengan soal spirit pelayanan birokrasi di Pemkab Bogor. Disebutkannya, soal spirit pelayanan ini pun menjadi hal lain yang penting dan mesti dipertanyakan kepada dinas yang menyebabkan gagal lelang ini.

"Saya membayangkan andai dari awal Dinas PUPR (dulu Dinas Bina Marga) mengetahui bahwa batasan waktu pengerjaannya sangat ketat sementara di sisi lain mereka pun memahami bahwa kebutuhan infrastuktur ini sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat. Maka PUPR tentunya harus membuat perencanan yang apik dan skala prioritas khusus untuk pekerjaan ini. Bukannya malah sekarang beralasan bahwa tenggat waktunya telah terlewati. Konyol itu,"tukasnya.

Menurutnya, semua ini tentu bermuara pada problem spirit pelayanan di Dinas terkait yang melehoy dan memang layak dibenahi.


"Ketiga, saya ingin berpesan, sudahi kesan paradigma pembangunan yang hanya memandang semuanya adalah "proyek", mulailah dengan paradigma pendekatan bahwa pembangunan adalah untuk kemaslahatan dan kemanfaatan publik. Jika di alam bawah sadar pikiran para birokrasi di Pemkab Bogor seperti yang saya sebutkan terakhir, saya _haqqul yakin_, seluruh pekerjaan yang diamanahkan kepada Pemkab Bogor akan terselesaikan dengan baik dan bermanfaat untuk warganya,"pungkasnya. (Bidiknusantara)

0 Komentar