Ini Kata Komisi II DPRD Jabar Soal Program Keluarga Harapan


BOGOR
- Pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH), Kementrian Sosial (Kemensos) memberikan batas waktu hingga Agustus lalu kepada Bank Nasional Indonesia (BNI), sebagai rekanan penyaluran bantuan tersebut secara Non Tunai. Namun hingga saat ini pencetakan buku tabungan dan ATM untuk pencairan bantuan Non Tunai tersebut belum terealisasi dengan merata.
Sementara itu menurut Asep Wahyu Wijaya. SH, Selaku Sekretaris Komisi II Bidang Ekonomi DPRD Provinsi Jawa Barat dan Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat, menuturkan bahwa dirinya pun ikut dalam pengesahan anggaran di Jawa Barat, untuk membantu Para Pendamping PKH mendapatkan Bantuan DP Motor.
“Saya juga di Bangar (Badan Anggaran) Ikut ketok palu, supaya mereka mendapat fasilitas salah satunya DP motor,” ujarnya, selepas menghadiri acara Purna Waktu Camat Dramaga, Kab. Bogor, Selasa (31/10)
Menurutnya dalam pelaksanaan program PKH yang merupakan warisan pekerjaan Pemerintah sebelumnya, diharuskan para pelaksananya memiliki intregritas yang dapat mewujudkan niatan baik pemerintah sebelumnya.
“Ada konsep ideal soal PKH nya itu, PKH itu kan warisan pekerjaan Pak SBY dulu Partai Demokrat, tentu orang-orangnya pun tentu harus yang punya interegritas, yang bisa mewujudkan niat-niat baik Pak SBY dulu,” tuturnya
Selain itu Menurutnya berdasarkan hal tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan fasilitas DP motor untuk para Pendamping PKH, dengan tujuan agar mereka nyaman dan amanah dalam menjalankan tugas.
“Atas dasar itu maka Pemrov Jabar pun kemudian mengapresiasi posisi mereka dibawah, supaya nyaman bekerjanya, supaya amanah melakukan kegiatan, maka kita kasih bantuan DP motor untuk mereka,” tuturnya.
Namun saat disinggung terkait Buku tabungan dan ATM yang belum disalurkan oleh BNI, Asep Wahyu tak berkenan untuk berpendapat, karena menurutnya hal tersebut bukanlah domainnya.

“Itu domainnya bukan domain saya, saya takut akan mengganggu nantinya,” ujar Asep Wahyu. (matalensa)
Share on Google Plus
    Komentari dengan Google
    Komentari dengan Facebook

0 komentar: