BOGOR - Anggota Komisi VI DPR RI dari
Fraksi NasDem, Asep Wahyuwijaya, mendorong agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
membangun daya saing melalui kualitas layanan, profesionalisme, dan tata kelola
yang baik.
Menurut Asep Wahyuwijaya, BUMN seharusnya jangan
mengandalkan fasilitas, prioritas, atau berbagai bentuk perlakuan
istimewa yang berpotensi menghambat persaingan usaha yang sehat.
Hal tersebut disampaikan Asep Wahyuwijaya dalam Rapat Dengar
Pendapat Komisi VI DPR RI dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai
induk Holding BUMN Jasa Survei, Inspeksi, dan Sertifikasi (ID Survey), belum
lama ini. Asep Wahyuwijaya, mengatakan semangat kemandirian yang saat ini
didorong Presiden Prabowo Subianto harus menjadi fondasi dalam pengelolaan
BUMN.
Karena itu, kebijakan streamlining dilakukan untuk mengoreksi
praktik sinergi yang selama ini berkembang berlebihan hingga mendorong
pembentukan berbagai anak usaha di luar bisnis inti perusahaan.
Meski demikian, legislator asal Kabupaten Bogor ini
menegaskan bahwa pihaknya mendukung upaya perusahaan untuk menjadi entitas yang
mandiri, berkualitas, dan fokus pada bisnis intinya.
Pria yang akrab disapa Kang AW ini juga mengapresiasi kinerja
keuangan perusahaan yang dinilainya menunjukkan fondasi bisnis yang sehat.
Menurut Asep Wahyuwijaya, karakter bisnis survei, inspeksi,
dan sertifikasi sangat bertumpu pada kualitas sumber daya manusia dibandingkan
aset fisik semata.
“Bisnis ini basisnya adalah kualitas SDM. Yang dijual adalah
talenta, kemampuan, kecerdasan, inovasi, dan keahlian yang dimiliki. Karena
itu, kekuatan utama perusahaan terletak pada kualitas sumber daya manusianya,”
kata Asep.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran itu menilai
target ID Survey untuk masuk dalam jajaran 20 perusahaan survei dan sertifikasi
terbesar dunia sangat mungkin dicapai.
Menurutnya, kunci untuk mewujudkan target tersebut adalah
penguatan kualitas SDM, peningkatan mutu layanan, efisiensi, harga yang
kompetitif, serta penerapan prinsip good corporate governance secara konsisten.
Asep Wahyuwijaya juga mendorong perusahaan untuk terus
memperluas pangsa pasar melalui peningkatan kapabilitas dan reputasi, bukan
dengan mengandalkan perlindungan atau perlakuan istimewa.
“Kita tentu ingin ID Survey terus tumbuh dan mampu bersaing
dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia. Tetapi pertumbuhan itu harus dibangun
melalui kemampuan sendiri, kualitas layanan, dan kinerja yang unggul, bukan
dengan budaya meminta perlakuan khusus. Ini soal mentalitas, karakter
kelembagaan, dan semangat kemandirian yang harus kita bangun bersama,” imbuh
Asep Wahyuwijaya.
Sumber: Radar Jabar


0 Komentar