Asep Wahyuwijaya Tekankan Tenggang Rasa sebagai Pilar Moral Kehidupan Sosial

 


BOGOR - Anggota MPR RI Asep Wahyuwijaya mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua yang menekankan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Hal tersebut disampaikan Asep dalam kegiatan Sosialisasi MPR RI tentang Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di Aula Kampung Febri, Desa Cibatok 1, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Rabu (11/3/2026).

Empat pilar yang dimaksud adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam pemaparannya, Asep menekankan bahwa sikap tenggang rasa dan tepa selira merupakan nilai penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Menurut legislator dari Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) itu, di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, masyarakat perlu terus menumbuhkan empati, menghargai perbedaan, serta menjaga sikap saling menghormati satu sama lain.

“Nilai itu harus hadir dalam perilaku kita sehari-hari, melalui kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, menghargai perbedaan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Kita memuliakan sesama manusia karena pada hakikatnya setiap manusia diciptakan dengan martabat yang sama di hadapan Tuhan," kata wakil rakyat yang akrab disapa Kang AW itu.

Karena itu, lanjut Kang AW, sikap saling tenggang rasa dan tepa selira bukan sekadar etika sosial, tetapi juga wujud nyata dari pengamalan nilai kemanusiaan dan ajaran moral yang luhur.

"Jika nilai-nilai ini terus kita rawat bersama, maka persatuan, keadaban, dan kekuatan moral bangsa akan semakin kokoh,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem tersebut juga menekankan bahwa masyarakat Indonesia yang majemuk membutuhkan sikap saling menghargai agar persatuan dan kebersamaan tetap terjaga.

Kang AW mengatakan, perbedaan latar belakang suku, agama, budaya, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan berbangsa.

“Karena itu, yang harus kita rawat bukan hanya kesamaannya, tetapi juga kemampuan kita untuk saling menghormati di tengah perbedaan. Dari situlah tumbuh kepercayaan, persaudaraan, dan kekuatan moral yang menjaga Indonesia tetap utuh,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, guru, kepala sekolah, pemuda, hingga pengurus Karang Taruna di wilayah Kecamatan Cibungbulang.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan peserta yang aktif menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Kang AW berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila.

 Sumber: daulat.co

0 Komentar